Pusat Studi Lingkungan & Kependudukan
Universitas Muhammadiyah Malang
Pusat Studi Lingkungan & Kependudukan
Universitas Muhammadiyah Malang

Resolusi Tahun Baru untuk Lingkungan Hidup

Author : Administrator | Rabu, 04 Januari 2012 11:17 WIB
Berita UMM
 

      Tahun baru 2012 merupakan moment yang tepat untuk berbenah diri untuk menjadi lebih baik, namun tidak kalah penting untuk menetapkan resolusi untuk lebih mencintai lingkungan kita. Isu global warming tetap menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat luas, dampaknya pun semakin jelas terasa, maka sangat perlu untuk memberikan perhatian lebih kepada lingkungan di sekitar kita. Dengan menjaga lingkungan, kita pun turut menyelematkan generasi manusia di masa akan datang. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan agar kamu dapat menjalankan resolusi untuk lingkungan hidup yang lebih baik.

1.       Memprioritaskan perawatan dari pada penanaman

     Mencegah lebih baik dari mengobati. Sepertinya pepatah ini juga pas apabila kita berbicara tentang kerusakan lingkungan. Seringkali kita hanya berfokus pada penanaman tanaman baru dan mengabaikan perawatan tanaman yang sudah ada. Padahal kegiatan penanaman pohon yang sering dilakukan seringkali tidak membawa manfaat  terhadap lingkungan. Kegiatan penanaman yang sudah dilakukan tidak mendapat tindak lanjut berupa perawatan secara berkala, sehingga pohon yang kita tanampun menjadi mati. Maka dari itu perawatan terhadap tanaman yang sudah ada lebih bermanfaat dari pada sekedar seremoni penanaman sejuta pohon.

2.       Memilih jenis tanaman dan waktu tanam yang tepat

     Pemilihan jenis tanaman dan waktu tanam yang tepat penting untuk menentukan keberhasilan dalam kegiatan penanaman atau penghijauan yang kita lakukan. Pada waktu musim hujan seperti sekarang ini tidak di anjurkan bagi kita untuk melakukan penanaman pohon secara masal. Karna dengan kondisi curah hujan tinggi dapat membuat bibit yang masih muda menjadi busuk sehingga tidak dapat tumbuh dengan baik. Pemilihan jenis tanaman juga harus disesuaikan dengan daerah atau lokasi melakukan penanaman. Harus diperhatikan jenis tanaman yang pas untuk daerah yang pas agar tanaman dapat tumbuh dan tidak mati. Hal-hal kecil ini terkadang sering kali lupa dalam kegiatan penanaman yang kita lakukan sehingga apa yang kita lakukan menjadi sia-sia.

3.       Memanfaatkan pekarangan rumah untuk lahan hijau

Tidak perlu lahan luas atau seremoni meriah untuk kita peduli terhadap lingkungan. Perkarangan kecil di rumahpun bisa jadi menjadi tempat yang mudah dan dekat untuk kita melakukan aksi kecil terhadap lingkungan. Sekedar menanam tanaman sayuran di pekarangan rumah bisa memberikan manfaat tidak hanya pada pemanfaatan lingkungan tapi juga dapat menjadi sayuran yang dapat dikonsumsi. Jika sulit mendapatkan spesis tanaman yang diinginkan, jenis tanaman semakpun dapat menjadi alternatif. Merawat dan menjaga pertumbuhan semak-semak di pekarangan rumah dapat berguna untuk menyimpan kadar air yang cukup di dalam tanah.

4.       Kembali kepada kearifan lokal

     Pengunaan teknologi yang canggih rupanya tidak selalu menjadi solusi brilian untuk lingkungan kita. Seringkali berbagai peralatan teknologi dapat memberikan efek samping yang jauh lebih buruk, seperti polusi yang dihasilkan oleh mesin, limbah besi, dan masih banyak lagi. ternyata adanya kearifan lokal justru lebih dahulu berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan sebelum munculnya berbagai peralatan teknologi tersebut. Bahkan dalam hal tertentu kearifan lokal lebih berperan dalam menjaga ekosistem dari pada hukum yang ditetapkan dalam mengatur pola masyarakat. Seperti dalam filsafah jawa dikenal istilah Ibu bumi, bapa aksa. Artinya ibu adalah bumi, bapak adalah langit. Maksudnya bumi adalah simbol ibu yang memberikan kesuburan tanah sebagai tempat kegiatan pertanian. Langit adalah simbol bapak yang memberikan keberkahan lewat hujan. Ajaran ini mengajarkan kita bagaimana menyayangi, melindungi, dan menghormati bumi beserta langit sebagaimana kita melakukannya kepada kedua orang tua. Jika kita merusak bumi, maka langit pun akan ikut marah.

 

     Hal-hal yang sederhana ini jika dilakukan secara berkala dan terintegrasi maka dapat memberikan dampak yang signifikan bagi keselamatan lingkungan hidup. Maka sudah saatnya tahun baru ini dijadikan momen untuk membangkitkan semangat kita dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. (db/jo/mza/IKOM/PR/2008)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image