Pusat Studi Lingkungan & Kependudukan
Universitas Muhammadiyah Malang
Pusat Studi Lingkungan & Kependudukan
Universitas Muhammadiyah Malang

Peduli Lingkungan, PSLK Sosialisasikan Tanaman Organik kepada Warga Muhammadiyah

Author : Administrator | Senin, 05 Desember 2011 11:27 WIB
Berita UMM
 

Perilaku yang tidak ramah terhadap lingkungan, melalui penggunaan pestisida mengakibatkan kerusakan pada tanah. Di samping itu, hasil tanaman yang menggunakan pestisida tidak aman untuk dikonsumsi. Berangkat dari fenomena ini, Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin gencar menyampaikan pesan sosial ini kepada masyarakat luas.
 

PSLK bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Muhammadiyah PDM kabupaten Malang, mengadakan Sosialisasi Program Lingkungan dan Pelatihan Pengembangan Tanaman Organik untuk sekolah dan warga Muhammadiyah, pada hari Kamis, 24 November 2011, bertempat di Aula BAU UMM. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran  tentang pentingnya meningkatkan kualitas kesehatan dengan mengkonsumsi tanaman organik. Semangat dan antusias peserta sangat terasa saat pemaparan materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Indah Prihartini MP, Ir. Mahmudi M.Si, dan dr. Tantowi Djauhari. Pada kesempatan ini juga tim Majelis Lingkungan Muhammadiyah PDM Kabupaten Malang turut berpartisipasi menyampaikan materi.
 

Tim Majelis Lingkungan Muhammadiyah pada kesempatan kali ini, menyampaikan beberapa perencanaan program yang akan dijalankan. Beberapa di antaranya adalah penghijauan di lahan kritis di lingkungan warga Muhammadiyah, sekolah konservasi sumberdaya tanah dan air dalam bentuk sumur resapan.
 

Menurut Indah, sebagai tim pengelola University Farm, mengatakan bahwa pestisida dapat memberikan dampak yang sangat buruk bagi tanah. Tanah yang mengandung pestisida akan cepat kering, keras dan tidak subur. Daya serap tanah terhadap air juga berkurang. Hal ini dapat dicegah dengan mengembangkan konsep tanaman organik.
 

Selanjutnya konsep tanaman organik serta pengembangannya dipaparkan oleh Mahmudi selaku sekertaris PSLK. Sejauh ini, tanaman organik belum terlalu familiar di kalangan petani. Menurt Mahmudi, diantara 100 petani yang berada di Batu, hanya satu petani yang mau dan konsisten untuk beralih ke tanaman organik. Maka dari itu sosialisasi mengenai tanaman organik akan semakin dioptimalkan melihat kegunaannya dapat bermanfaat bagi lingkungan.
 

Pola pengembangan tanaman organik tidak hanya berdampak baik bagi lingkungan, namun dapat meningkatkan kualitas kesehatan seseorang, seperti yang dijelaskan oleh Tantowi. Dosen fakultas kedokteran UMM ini, merencanakan untuk menggunakan tanaman organik sebagai suplai makanan di rumah sakit UMM ke depannya. Tentunya hal ini akan memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam proses penyembuhan pasien.
 

Sosialisasi yang dihadiri oleh 80 peserta ini, dalam waktu dekat akan segera mengimplementasikan pengembangan tanaman organik sebagai pola hidup masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah.(db/jo/mza/IKOM/PR/2008)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image